Friday, February 20, 2009

Kuliner di Bandung


Pada kesempatan HUT pernikahan kami ke 17, kali ini tidak kami sia-siakan dengan ber kuliner ke Bandung. Kota nan asri dan penuh dengan bangunan sejarah di jaman Belanda ini benar-benar memberikan ciri kas tersendiri. Kota yang dikenal sebagai kota kembang ini, sungguh kota yang selalu memberi keindahannya kepada setiap insan yang menatapnya. Ditambah kesejukan udaranya memberikan kenikmatan bagi kami yang berkuliner disana.

Tempat pertama kuliner kami saat menginjak Bandung ialah Mie Bakso. Rumah makan yang sederhana namun selalu dipenuhi pengunjung pada siang itu sungguh meyakinkan kami untuk mencoba Mie Bakso yang konon katanya sangat terkenal di Bandung. "Anda belum ke Bandung jika belum mencobanya", demikian komentar beberapa teman yang doyan ber kuliner...

Yummy... benar-benar maknyus seperti kata Pak Bondan, si pakar kuliner. Sungguh Mie nya lain dari yang lain. Punya rasa kas tersendiri. Baksonya juga tak kalah, memiliki rasa dan kekenyalan yang sangat nikmat di lidah. Coba saja jika penasaran...

Sorenya, kami mampir di salah satu food market dan mencoba Iga Bakar. Bagi yang doyan Iga Bakar, tempat ini bisa jadi nominasi anda. Tempatnya seperti food court sederhana, dipenuhi gerobak jajan berbagai macam makanan kas Bandung. Saya mantap memilih Iga Bakar, karena merupakan salah satu favorit makanan saya. Iga Bakar disini tidak disajikan dengan tulang seperti di Jakarta, jadi tulangnya sudah dibuang alias tinggal daging saja. Disajikan diatas batu panas untuk membuatnya tetap hangat. Wah... sedap... sangat kas sekali, walau rasanya lebih manis tepatnya seperti daging empal, tidak seperti Iga lazimnya di Jakarta. Tapi wangi kas Iganya tetap bisa memuaskan lidah sang kuliner sejati...

Untuk pecinta sosis... ada 1 tempat lagi untuk menikmati sosis yang benar-benar aduhai... Rasanya sangat kas sekali. Kami tidak mau kehilangan kesempatan walau hari itu sudah cukup melelahkan setelah berkeliling di beberapa tempat termasuk Factory Outlet untuk mencari hadiah buat anak-anak kami yang bersedia menjaga rumah selama kami ber kuliner :-). Mereka luar biasa! Kembali ke susis... tempatnya hanya sebuah kios kecil, dilengkapi dengan tungku arang untuk membakar susis yang anda pesan. Kami coba 1 rasa orisinil dan 1 lagi black pepper. Hmm... pokoknya asyik banget deh. Kalo ke Bandung, jangan lupa sosisnya ya... very very recommended!

Yang pasti, hidup ini makin bermakna ketika kita dan pasangan merasa berbahagia walau dengan cara yang sederhana seperti ber kuliner di dalam negeri namun tidak mengurangi atmosfir romantika yang membuat cinta semakin pekat.

Pesan saya, sering-seringlah memberikan waktu bersama kekasih untuk saling berbagi hidup dan kasih agar hidup ini semakin berarti dan tidak akan berlalu begitu saja.

No comments:

Post a Comment