Liputan6.com, Jakarta: Hujan disertai angin kencang sejak Selasa (13/1) pagi, melanda sebagian kecil wilay
ah Jakarta. Setelah hujan berhenti, pohon asem di depan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, tumbang menimpa bajaj yang tengah melintas.
Rain was followed by strong wind since last Tuesday (13/1) morning, hit some areas in Jakarta. After raining stopped, a tamarind tree in Istiqlal Mosque uprooted off and slammed a bajaj (pedicab with motor) which was passing through.
Bajaj yang tidak berpenumpang itu rusak berat. Sedangkan pengemudinya dilarikan ke klinik terdekat. Arus kendaraan yang mengarah ke Pasar Baru dari Lapangan Banteng dialihkan sementara ke Jalan Veteran.
That bajaj without passenger was severely damaged while the driver was brought to the closest clinic. The current traffic to Pasar Baru from Lapangan Banteng was detoured through Veteran Road.
Hujan juga mengakibatkan sebagian wilayah Jakarta kebanjiran sehingga banyak jalan macet total dan sejumlah sepeda motor mogok. Di Jalan Kolonel Sugiono, Jakarta Timur, misalnya, air menggenang setinggi 30 sentimeter. Di Jalan R.E. Martadinata Jakarta Utara, banjir mengganggu aktivitas warga. Genangan diperparah air pasang sejak sepekan lalu. Genangan juga terjadi di sejumlah kawasan Bekasi, Jawa Barat. Akibatnya arus kendaraan menuju Ibu Kota tersendat.
Rain also caused some areas in Jakarta flooded so that total traffic jam was every where and some bicycles were broken. For example in Kolonel Sugiono Road, East Jakarta, flood was about 30 cm high. In R.E Martadinata North Jakarta, flood stopped the activities. This puddle was badly added by the high tide since the week before. The same also happened in Bekasi, West Java. As the result of it, the traffic to the Capital City was jammed.
Di Jakarta Utara terdapat 10 titik banjir di antaranya Jalan Baru Ancol, di kanan dan kiri mencapai 20 cm, Muara Baru 40 cm, depan Kodamar Yos Sudarso 40 cm, dan Teluk Gong 30 cm. Jakarta Pusat terdapat empat titik, di antaranya Cempaka Putih perempatan Coca-Cola 15 cm dan Jalan Pangeran Jayakarta 20 cm.
In North Jakarta, there are 10 flooding points, which are at the new road of Ancol, right and left lines is 20 cm, at Muara Baru is 40 cm, in front of Kodamar Yos Sudarso is 40 cm, and Telok Gong is 30 cm. In Central Jakarta, there are 4 flooding areas, which are Cempaka Putih at Coca-Cola intersection is 15 cm and Pangeran Jayakarta Road is 20 cm.
Sementara itu, tiga titik di Jakarta Selatan. Jalan Sudirman depan Balai Sarbini arah selatan 30 cm dan ITC Fatmawati 25 cm. Jakarta Barat delapan titik di antaranya Taman Sari Raya 30 cm, Jalan Arjuna Selatan pinggir tol 15 cm, dan depan Pos Giro Daan Mogot 15 cm.
While 3 flooding points in South Jakarta, in Sudirman Road in front of Balai Sarbini to the south is 30 cm and ITC Fatmawati is 25 cm. West Jakarta has 8 flooding points, Taman Sari Raya is 30 cm, Arjuna Selatan Street Tol side is 15 cm and in front of Pos Giro Daan Mogot Road is 15 cm.
Sedangkan Jakarta Timur terdapat tujuh titik. Di antaranya depan Rumah Sakit Duren Sawit 10 cm, Jalan Raya Bekasi Timur Lembaga Pemasyarakatan Cipinang 20 cm, dan Jalan Perintis Kemerdekaan depan Mediros 25 cm.
And in East Jakarta, there are 7 points. In front of Duren Sawit Hospital is 10 cm, Bekasi Raya Timur Road at Cipinang Prison is 20 cm and Perintis Kemerdekaan in front of Mediros is 25 cm.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta sejak semalam juga mengakibatkan penahan tepian pembatas kali di Taman Sari, Jakbar, ambles lantaran tergerus luapan air. Akibatnya mobil boks yang tengah di parkir terperosok masuk ke kali. Tepian kali dengan penahan besi dan paving stone yang berantakan juga masih terlihat.
Heavy rain in Jakarta since last night also caused the dam of the river in Taman Sari , West Jakarta, ruined down by overflowing water. The result of it was a boxed van parking aside fell into the river. The iron block and paving stone were in mess.
Menurut keterangan saksi, mobil yang diparkir di kawasan pertokoan suku cadang kendaraan itu terperosok saat hujan deras mengguyur dan sungai meluap. Saat ini upaya mengevakuasi mobil dilakukan dengan mendatangkan mobil penderek. Meski tidak sampai menimbulkan kemacetan, peristiwa itu tetap menarik perhatian pengguna jalan yang melintas. Mereka menyaksikan sembari mengurangi kecepatan kendaraan masing-masing.(YNI/Tim Liputan 6 SCTV)
According to the eyes witness, the van was parked near the spare parts shops and slipped down when the heavy rain struck and the river was overflowed. The effort to evacuate the van was conducted by a towing car. Although it did not cause the traffic jam, yet it attracked the people who were passing through. They were watching it and slowing down their own vehicles.
Sumber/Source : Liputan 6 SCTV
anak hilang
-
Dari: Evi.KristiantiSantoso@kalbe.co.id
Topik: ANAK HILANG ... sebarkan email ini.. semoga membantu...]
Tanggal: Kamis, 16 April, 2009, 7:59 AM
Tolong e...
17 years ago

No comments:
Post a Comment